Sumenep Sumekar
Sumenep
terletak di ujung timur Pulau Madura, provinsi Jawa Timur. Sebelum
tergabung dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sumenep diperintah
oleh Adipati (Raja) di bawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar yang pernah
berdiri di Pulau Jawa. Sumenep jaman awal diperintah oleh seorang Raja ada 35
Raja yang telah memimpin kerajaan Sumenep. Raja pertama di Sumenep adalah
Arya Wiraraja. Di masa Adipati banyak sekali Karaton / Istana sebagai
pusat pemerintahan. Sampai kemarin kini Sumenep menggunakan Pemerintahan
bukan Kerajaan / Karaton Lagi dan orang nomer 1 di Sumenep adalah Bupati
Sumenep. Sumenep memiliki semboyan “Sumekar”, akronim “Sumenep Karaton”,
karena semenjak lama Sumenep terdapat puluhan Keraton / Istana sebagai pusat
pemerintahan yang menyanyikan Adipati. Sumenep memiliki branding wisata
“Sumenep The Heart Purity”. Kota Sumenep juga dikenal dengan sebutan Bumi
Sumekar, selain itu beberapa pulau di Sumenep juga ada julukannya tersendiri,
semisal Kepulauan Kapajang untuk komposit dari nama Pulau Kangean, Paleat, dan
Sepanjang. Selain itu Pulau Kangean juga lebih dikenal dengan sebutan
Pulau Cukir, karena di wilayah inilah fauna khas Sumenep berupa Ayam bekisar
banyak dikembangkan. Sekarang ini hewan menjadi Maskot Sumenep dan juga
Provinsi Jawa Timur.
Museum Keraton Sumenep merupakan
museum yang dikelola oleh pemerintah Sumenep yang di dalamnya menyimpan
berbagai koleksi benda-benda cagar budaya peninggalan keluarga Karaton Sumenep
dan beberapa peninggalan masa Kerajaan hindu budha seperti arca Wisnu dan
Lingga.
Di Sumenep terdapat Masjid jamik Panembahan Somala atau lebih dikenal dengan sebutan
Masjid Jamik Sumenep merupakan salah satu bangunan 10 masjid tertua dan
mempunyai arsitektur yang khas di Nusantara. Masjid Jamik Sumenep saat ini
telah menjadi salah satu landmark di Pulau Madura. Dibangun
Pada pemerintahan Panembahan Somala[1], Penguasa Negeri Sungenep XXXI, dibangun setelah
pembangunan Kompleks Keraton Sumenep, dengan arsitek yang sama yakni Lauw Piango.
Menurut catatan sejarah Sumenep,
Pembangunan Masjid Jamik Sumenep dimulai pada tahun 1779 Masehi dan selesai
1787 Masehi. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan pendukung Karaton,
yakni sebagai tempat ibadah bagi keluarga Karaton dan Masyarakat, masjid ini
adalah masjid kedua yang dibangun oleh keluarga keraton, di mana sebelumnya
kompleks masjid berada tepat di belakang keraton yang lebih dikenal dengan
nama Masjid laju yang dibangun oleh Kanjeng R. Tumenggung Ario Anggadipa, penguasa Sumenep XXI.










